teknologi informasi dan komunikasi dalam kaitannya dengan pertanian di Indonesia

Dewasa ini Perkembangan teknologi yang begitu cepat telah menyebabkan perubahan di berbagai sendi aktivitas manusia, teknologi informasi dan komuniasi dapat menjadi sarana yang menunjang kegiatan pertanian dan para pelaku di bidang pertanian (agribisnis) untuk segera beradaptasi dalam segala hal termasuk pemanfaatan dan penyebarluasan informasi termasuk infomasi mengenai pertanian yang diadopsi melalui jaringan internet.
Dalam hal ini pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi telah dipakai atau diterapkan dibidang pertanian oleh pemerintah melalui departemen pertanian dan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertania. Kedua institusi pemerintah dalam hal ini memiliki komitmen terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi untuk menyebarluaskan informasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian dengan mengembangkan suatu sistem penyajian informasi data harga komoditi hasil pertanian yang terintegrasi, terorganisasi baik, cepat, tepat, akurat, terkendali, serta dapat dipertanggungjawabkan. Informasi ini diharapkan dapat digunakan oleh berbagai pengguna baik pemerintah maupun swasta sesuai kebutuhannya sebagai sumber informasi resmi dan akurat bagi praktisi agribisnis sebagai acuan dalam pengambilan keputusan usaha pertanian agribisnis. Selain sebagai sarana diseminasi informasi. Sebagai bagian dari dukungan peningkatan komoditi hasil pertanian di Indonesia.


Melalui kebijakan instruksi presiden No.3 tahun 2003 mengenai Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian menyusun beberapa langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai hasil yang optimal dalam meningkatkan kinerja pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian antara lain :
1. Menyajikan informasi sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya melalui berbagai sarana teknologi informasi dan komunikasi
2. Mengembangkan dan meremajakan sajian data dan informasi yang selalu tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
3. Menempatkan Sumber Daya Manusia sesuai dengan keahlian dan pendidikannya
PERANAN INFORMASI
Pada business farming (agribisnis), petani sudah diharapkan mampu menangkap signal pasar sehingga petani hanya menanam apa yang memang dibutuhkan oleh pasar. Berbeda dengan pertanian tradisional, sistem pertanian agribisnis merupakan sinergi yang dinamis antara precision farming, yang mampu memanfaatkan alam secara optimal dan tepat, yang dibantu oleh aparat pemerintah dalam memberikan penyuluhannya untuk prescriptive farming, dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai, ditambah dengan kemampuannya menyerap informasi yang tepat untuk usahataninya.

Sistem usahatani yang tepat (precision farming) ditunjukkan oleh kemampuannya untuk mengusahakan usahatani secara tepat, baik dalam hubungannya dengan sumberdaya alam, maupun dalam upaya penerapan teknologi yang sesuai dengan berbagai tipologi alam yang melingkupinya. Dalam kondisi seperti di Indonesia, precision farming menjadi sangat penting, karena sebagian besar pertanian masih sangat rentan terhadap perubahan iklim/cuaca, sehingga dapat menangkap gejala alam dan memanfaatkannya secara seoptimal mungkin. Disamping itu, penerapan teknologi juga harus mampu memperhatikan kendala-kendala alam seperti tersebut. Misalnya, penggunaan traktor untuk pengolahan lahan tidak akan memiliki efek secara optimal jika iklim kurang mendukung pengusahaan komoditi tertentu.

Berbeda dengan precision farming, dalam prescriptive farming, petani dianjurkan (biasanya oleh pemerintah atau petugas/penyuluh) untuk memanfaatkan sebidang lahannya sesuai dengan paket-paket teknologi tertentu, sesuai dengan sumberdaya alam dan kebutuhan hidup komoditi tersebut. Misalnya Paket A intensifikasi merupakan salah satu contoh prescriptive farming. Pada sisi ini, peranan pemerintah menjadi sangat besar, karena harus dapat menyediakan paket-paket teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah tertentu (spesifik wilayah).

Dengan ciri tersebut di atas, maka jelas terlihat bagaimana pentingnya informasi dalam menunjang pengembangan pertanian agribisnis. Tanpa informasi yang handal, kemungkinannya akan sangat kecil untuk dapat mewujudkan pertanian agribisnis, baik dalam menunjang komponen precision farming, prescriptive farming maupun dalam mendukung upaya menangkap signal pasar untuk menentukan komoditi yang banyak diminati pasar.

Untuk itu dalam hal perolehan informasi, sistem informasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian harus dapat mendukung terciptanya precision farming dan prescriptive farming sebagai bagian dalam komponen sistem pertanian agribinis. Precision farming akan memberikan informasi kepada petani tentang apa, dimana dan kapan usahatani tertentu dilakukan secara benar (micro-level), sedangkan prescriptive farming akan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi umum usahatani yang terbaik (macro-level). Untuk itu pendekatan pengembangan Sistem informasi yang terintegrasi tersebut dengan memanfaatkan teknologi yang sudah cukup baik terimplementasi di tingkat nasional serta ‘akrab khalayak’ minimal sampai pada tingkat kabupaten.

Sistem Informasi Pertanian, yang sedang dikembangan oleh Departemen Pertanian harus mampu mendukung pemerintah, petani/swasta dan pelaku agribisnis lainnya dalam pembangunan pertanian secara menyeluruh melalui pendekatan agribisnisnya. Sementara itu, dalam upaya mempercepat pengelolaan data sampai pada penyampaian informasi (Diseminasi), Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sudah mulai mengembangkan Jaringan Informasi berbasis web dengan media akses Internet.

Dukungan terhadap pemerintah ditunjukkan oleh kemampuannya untuk menyampaikan informasi yang cukup handal untuk kebutuhan monitoring, perencanaan dan perumusan kebijaksanaan. Informasi ini pada umumnya bersifat jangka pendek dan jangka panjang, yang lebih bersifat statis dan forecasting kedepan, dan dengan interval waktu yang lebih panjang (tahunan, semesteran)

Dukungan terhadap petani/swasta dan pelaku agribisnis lainnya ditunjukkan oleh kemampuannya untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kalangan tersebut. Informasi ini pada umumnya bersifat jangka pendek dan menengah dan lebih bersifat ke depan, dan lebih dinamis (data yang dinamis). Bagi petani, informasi yang disampaikan harus mampu membimbing kapan sebaiknya petani menanam, dan dalam kondisi mana sebaiknya petani mulai menggunakan/mengaplikasikan pemupukannya. Dengan demikian, maka pengembangan sistem usahatani agribisnis menuntut ketersediaan informasi yang sangat cepat (dinamis), terutama mengenai precision farming, harga dan pasar-pasar yang membutuhkan.

METODA DISEMINASI INFORMASI
Metoda pengelolaan data & informasi difokuskan dengan mengingat adanya perkembangan teknologi informasi sekarang ini serta mengingat adanya kebijakan otonomi daerah, sehingga pusat hanya akan mengambil sendiri informasi yang dibutuhkan saja. Sedangkan dalam kaitannya dengan monitoring, di tingkat pusat akan menggunakan suatu teknologi informasi yang mampu melihat keseluruh daerah, yang tepat guna serta sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki saat ini, baik dari segi sumberdaya manusia, keterbatasan prasarana & sarana , penguasaan teknologi maupun kemampuan keuangan negara.

Dalam aliran data tradisional, kecamatan dan kabupaten merupakan sumber informasi yang paling bawah. Dengan demikian, maka dinas-dinas pada kabupaten dapat disebut sebagai pusat-pusat informasi. Sebagai pusat informasi, maka dinas atau intansi lain yang diberi tugas berkewajiban menyampaikan informasi yang terkait dengan daerahnya, tidak hanya untuk dirinya sendiri (kabupaten), tetapi juga untuk mempromosikan potensi kabupatennya. Sementara itu untuk melayani kebutuhan informasi di tingkat pusat (dalam hal ini Ditjen PPHP), maka pusat tinggal meretrieve informasi yang dibutuhkan dari pusat-pusat informasi di daerah tersebut. Pusat akan semakin mengurangi perannya dalam menentukan informasi apa yang harus dilaporkan ke pusat. Tentunya koordinasi yang secara intensif dan terus-menerus harus terus dilakukan dengan lembaga maupun institusi terkait, melalui sosialisasi metodologi, kegiatan forum data & informasi, sehingga akurasi data tetap terjaga. Pertemuan Pelayanan Informasi Pasar serta mengoptimalkan fungsi dan kinerja dari petugas PIP di daerah-daerah merupakan salah satu cara yang efektif di dalam memperoleh informasi dari pusat-pusat informasi tersebut.

Berdasarkan pembahasan pada bagian-bagian sebelumnya, terlihat peranan teknologi informasi dalam mewujudkan pengembangan pertanian agribisnis sangat besar. Dalam merespon kebutuhan tersebut, Ditjen Pengolahan bekerjasama dengan Pusat Data Pertanian sebagai instansi yang bertanggung-jawab langsung dalam pengembangan infrastruktur sistem informasi pertanian perlu lebih profesional dan responsif dalam bidang teknologi informasi menunjang pertanian moderen berbasis data dan informasi”. Sehubungan dengan hal tersebut telah ditetapkan komitmen untuk menyediakan pelayanan prima dibidang informasi pertanian dengan Menyediakan data dan informasi berkualitas tinggi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan pembangunan pertanian dan manajemen pembangunan pertanian moderen.

Adapun upaya diseminasi informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan Internet sebagai media akses, dan informasi berbasis web sebagai media content, antara lain dengan mengelola dan mengoptimalkan Web Site Agribisnis On-line (http://agribisnis.deptan.go.id)

Informasi dan Fasilitas yang disajikan di dalam website tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Informasi/berita mengenai kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil komoditi pertanian
2. Organisasi berisikan struktur organisasi Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian beserta nama-nama pejabat Ditjen PPHP
3. Profil berisikan Strategi Utama Pembangunan Pengolahan dan Pemsaran Hasil Pertanian dan Prgram Aksi Pembangunan Program Aksi Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri Dan Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian Prioritas
4. Ekspor-Impor berisikan data ekspor impor yang terdiri dari data ekspor impor komoditi strategis dari tahun 1996-2000, data ekspor impor bulanan tahun 2001-2003, analisa ekspor impor komoditi hasil pertanian, prosedur dan peraturan ekspor.
5. Direktori berisikan data perusahaan, assosiasi dan pasar semua sub sektor pertanian
6. Info Pasar berisikan informasi yang terdiri dari :
a. Market on-line merupakan Fasilitas Forum interaktif pertukaran informasi yang ditujukan untuk mempromosikan atau menginformasikan kebutuhan dan permintaan pasar produk pertanian yang dapat dimanfaatkan oleh publik. Fasilitas ini termasuk salah satu yang diminati oleh pengakses Website Agribisnis ONLine.
b. Database Ekspor-Impor berisikan formulir elektronik pengelolaan data Ekspor Impor komoditi pertanian.
7. Aplikasi Sistem Informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (SINGOSARI)
SINGOSARI yang saat ini terus disempurnakan merupakan software aplikasi Informasi untuk data-data pengolahan dan pemasaran Hasil Pertanian yang mampu menginventarisasi data-data produk pertanian masing-masing daerah Propinsi serta kebupaten.

Penjelasan diatas menggambarkan bahwa teknologi informasi merupakan sesuatu yang penting keberadaannya dalam kegiatan pertanian (agribisnis), oleh karena itu sudah selayaknyalah pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pertanian harus lebih ditingkatkan lagi dari yang ada saat ini, agar pertanian di Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi dan mampu menyempunakan sistem informasi mengenai pertanian untuk dimanfaatkan oleh para pelaku pertanian di Indonesia.Melalui kebijakan instruksi presiden No.3 tahun 2003 mengenai Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian menyusun beberapa langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai hasil yang optimal dalam meningkatkan kinerja pembangunan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian antara lain :
1. Menyajikan informasi sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya melalui berbagai sarana teknologi informasi dan komunikasi
2. Mengembangkan dan meremajakan sajian data dan informasi yang selalu tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
3. Menempatkan Sumber Daya Manusia sesuai dengan keahlian dan pendidikannya
PERANAN INFORMASI
Pada business farming (agribisnis), petani sudah diharapkan mampu menangkap signal pasar sehingga petani hanya menanam apa yang memang dibutuhkan oleh pasar. Berbeda dengan pertanian tradisional, sistem pertanian agribisnis merupakan sinergi yang dinamis antara precision farming, yang mampu memanfaatkan alam secara optimal dan tepat, yang dibantu oleh aparat pemerintah dalam memberikan penyuluhannya untuk prescriptive farming, dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai, ditambah dengan kemampuannya menyerap informasi yang tepat untuk usahataninya.

Sistem usahatani yang tepat (precision farming) ditunjukkan oleh kemampuannya untuk mengusahakan usahatani secara tepat, baik dalam hubungannya dengan sumberdaya alam, maupun dalam upaya penerapan teknologi yang sesuai dengan berbagai tipologi alam yang melingkupinya. Dalam kondisi seperti di Indonesia, precision farming menjadi sangat penting, karena sebagian besar pertanian masih sangat rentan terhadap perubahan iklim/cuaca, sehingga dapat menangkap gejala alam dan memanfaatkannya secara seoptimal mungkin. Disamping itu, penerapan teknologi juga harus mampu memperhatikan kendala-kendala alam seperti tersebut. Misalnya, penggunaan traktor untuk pengolahan lahan tidak akan memiliki efek secara optimal jika iklim kurang mendukung pengusahaan komoditi tertentu.

Berbeda dengan precision farming, dalam prescriptive farming, petani dianjurkan (biasanya oleh pemerintah atau petugas/penyuluh) untuk memanfaatkan sebidang lahannya sesuai dengan paket-paket teknologi tertentu, sesuai dengan sumberdaya alam dan kebutuhan hidup komoditi tersebut. Misalnya Paket A intensifikasi merupakan salah satu contoh prescriptive farming. Pada sisi ini, peranan pemerintah menjadi sangat besar, karena harus dapat menyediakan paket-paket teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah tertentu (spesifik wilayah).

Dengan ciri tersebut di atas, maka jelas terlihat bagaimana pentingnya informasi dalam menunjang pengembangan pertanian agribisnis. Tanpa informasi yang handal, kemungkinannya akan sangat kecil untuk dapat mewujudkan pertanian agribisnis, baik dalam menunjang komponen precision farming, prescriptive farming maupun dalam mendukung upaya menangkap signal pasar untuk menentukan komoditi yang banyak diminati pasar.

Untuk itu dalam hal perolehan informasi, sistem informasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian harus dapat mendukung terciptanya precision farming dan prescriptive farming sebagai bagian dalam komponen sistem pertanian agribinis. Precision farming akan memberikan informasi kepada petani tentang apa, dimana dan kapan usahatani tertentu dilakukan secara benar (micro-level), sedangkan prescriptive farming akan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi umum usahatani yang terbaik (macro-level). Untuk itu pendekatan pengembangan Sistem informasi yang terintegrasi tersebut dengan memanfaatkan teknologi yang sudah cukup baik terimplementasi di tingkat nasional serta ‘akrab khalayak’ minimal sampai pada tingkat kabupaten.

Sistem Informasi Pertanian, yang sedang dikembangan oleh Departemen Pertanian harus mampu mendukung pemerintah, petani/swasta dan pelaku agribisnis lainnya dalam pembangunan pertanian secara menyeluruh melalui pendekatan agribisnisnya. Sementara itu, dalam upaya mempercepat pengelolaan data sampai pada penyampaian informasi (Diseminasi), Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sudah mulai mengembangkan Jaringan Informasi berbasis web dengan media akses Internet.

Dukungan terhadap pemerintah ditunjukkan oleh kemampuannya untuk menyampaikan informasi yang cukup handal untuk kebutuhan monitoring, perencanaan dan perumusan kebijaksanaan. Informasi ini pada umumnya bersifat jangka pendek dan jangka panjang, yang lebih bersifat statis dan forecasting kedepan, dan dengan interval waktu yang lebih panjang (tahunan, semesteran)

Dukungan terhadap petani/swasta dan pelaku agribisnis lainnya ditunjukkan oleh kemampuannya untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kalangan tersebut. Informasi ini pada umumnya bersifat jangka pendek dan menengah dan lebih bersifat ke depan, dan lebih dinamis (data yang dinamis). Bagi petani, informasi yang disampaikan harus mampu membimbing kapan sebaiknya petani menanam, dan dalam kondisi mana sebaiknya petani mulai menggunakan/mengaplikasikan pemupukannya. Dengan demikian, maka pengembangan sistem usahatani agribisnis menuntut ketersediaan informasi yang sangat cepat (dinamis), terutama mengenai precision farming, harga dan pasar-pasar yang membutuhkan.

METODA DISEMINASI INFORMASI
Metoda pengelolaan data & informasi difokuskan dengan mengingat adanya perkembangan teknologi informasi sekarang ini serta mengingat adanya kebijakan otonomi daerah, sehingga pusat hanya akan mengambil sendiri informasi yang dibutuhkan saja. Sedangkan dalam kaitannya dengan monitoring, di tingkat pusat akan menggunakan suatu teknologi informasi yang mampu melihat keseluruh daerah, yang tepat guna serta sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki saat ini, baik dari segi sumberdaya manusia, keterbatasan prasarana & sarana , penguasaan teknologi maupun kemampuan keuangan negara.

Dalam aliran data tradisional, kecamatan dan kabupaten merupakan sumber informasi yang paling bawah. Dengan demikian, maka dinas-dinas pada kabupaten dapat disebut sebagai pusat-pusat informasi. Sebagai pusat informasi, maka dinas atau intansi lain yang diberi tugas berkewajiban menyampaikan informasi yang terkait dengan daerahnya, tidak hanya untuk dirinya sendiri (kabupaten), tetapi juga untuk mempromosikan potensi kabupatennya. Sementara itu untuk melayani kebutuhan informasi di tingkat pusat (dalam hal ini Ditjen PPHP), maka pusat tinggal meretrieve informasi yang dibutuhkan dari pusat-pusat informasi di daerah tersebut. Pusat akan semakin mengurangi perannya dalam menentukan informasi apa yang harus dilaporkan ke pusat. Tentunya koordinasi yang secara intensif dan terus-menerus harus terus dilakukan dengan lembaga maupun institusi terkait, melalui sosialisasi metodologi, kegiatan forum data & informasi, sehingga akurasi data tetap terjaga. Pertemuan Pelayanan Informasi Pasar serta mengoptimalkan fungsi dan kinerja dari petugas PIP di daerah-daerah merupakan salah satu cara yang efektif di dalam memperoleh informasi dari pusat-pusat informasi tersebut.

Berdasarkan pembahasan pada bagian-bagian sebelumnya, terlihat peranan teknologi informasi dalam mewujudkan pengembangan pertanian agribisnis sangat besar. Dalam merespon kebutuhan tersebut, Ditjen Pengolahan bekerjasama dengan Pusat Data Pertanian sebagai instansi yang bertanggung-jawab langsung dalam pengembangan infrastruktur sistem informasi pertanian perlu lebih profesional dan responsif dalam bidang teknologi informasi menunjang pertanian moderen berbasis data dan informasi”. Sehubungan dengan hal tersebut telah ditetapkan komitmen untuk menyediakan pelayanan prima dibidang informasi pertanian dengan Menyediakan data dan informasi berkualitas tinggi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan pembangunan pertanian dan manajemen pembangunan pertanian moderen.

Adapun upaya diseminasi informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan Internet sebagai media akses, dan informasi berbasis web sebagai media content, antara lain dengan mengelola dan mengoptimalkan Web Site Agribisnis On-line (http://agribisnis.deptan.go.id)

Informasi dan Fasilitas yang disajikan di dalam website tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Informasi/berita mengenai kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil komoditi pertanian
2. Organisasi berisikan struktur organisasi Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian beserta nama-nama pejabat Ditjen PPHP
3. Profil berisikan Strategi Utama Pembangunan Pengolahan dan Pemsaran Hasil Pertanian dan Prgram Aksi Pembangunan Program Aksi Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri Dan Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian Prioritas
4. Ekspor-Impor berisikan data ekspor impor yang terdiri dari data ekspor impor komoditi strategis dari tahun 1996-2000, data ekspor impor bulanan tahun 2001-2003, analisa ekspor impor komoditi hasil pertanian, prosedur dan peraturan ekspor.
5. Direktori berisikan data perusahaan, assosiasi dan pasar semua sub sektor pertanian
6. Info Pasar berisikan informasi yang terdiri dari :
a. Market on-line merupakan Fasilitas Forum interaktif pertukaran informasi yang ditujukan untuk mempromosikan atau menginformasikan kebutuhan dan permintaan pasar produk pertanian yang dapat dimanfaatkan oleh publik. Fasilitas ini termasuk salah satu yang diminati oleh pengakses Website Agribisnis ONLine.
b. Database Ekspor-Impor berisikan formulir elektronik pengelolaan data Ekspor Impor komoditi pertanian.
7. Aplikasi Sistem Informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (SINGOSARI)
SINGOSARI yang saat ini terus disempurnakan merupakan software aplikasi Informasi untuk data-data pengolahan dan pemasaran Hasil Pertanian yang mampu menginventarisasi data-data produk pertanian masing-masing daerah Propinsi serta kebupaten.

Penjelasan diatas menggambarkan bahwa teknologi informasi merupakan sesuatu yang penting keberadaannya dalam kegiatan pertanian (agribisnis), oleh karena itu sudah selayaknyalah pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pertanian harus lebih ditingkatkan lagi dari yang ada saat ini, agar pertanian di Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi dan mampu menyempunakan sistem informasi mengenai pertanian untuk dimanfaatkan oleh para pelaku pertanian di Indonesia.

Koleksi Artikel

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: