Pencurian di Jatinangor Semakin Meresahkan Mahasiswa


Jatinangor adalah sebuah kecamatan yang berada di kabupaten sumedang, dahulu daerah ini daerah yang sepi akan aktivitas dan pembangunan, namun sekarang telah berubah daerah yang ramai akan hiruk-pikuk aktivitas mahasiswa dan pembangunan kos-kosan. Jatinangor adalah sebuah kecamatan yang dijuluki sebagai kawasan pendidikan. Hal ini di karenakan, di daerah jatinangor ini terdapat beberapa institusi pendidikan bergengsi, antara lain adalah, Unpad, Ipdn, Ikopin dan Unwim. Keadaan tersebut membuat jatinangor menjadi tempat tujuan berbagai akademisi untuk belajar dan bertempat tinggal. Anggapan bahwa jatinangor adalah tempat tujuan orang-orang untuk menggapai pendidikan tidak seindah yang dibayangkan banyak orang. Banyak nya pendatang dari berbagai daerah berimplikasi pada banyaknya kost-kostan di jatinangor.


Sekarang-sekarang ini tingkat pencurian di daerah jatinangor semakin meresahkan penghuni daerah ini. Hal ini dikarenakan seringnya mahasiswa yang kehilangan barang-barangnya seperti handphone, laptop, helm, sepeda motor dan bahkan sepatu tak luput dari pencurian.

Kejadian yang terus berlangsung seharusnya menjadi pelajaran baik bagi kepolisisan sebagai pihak yang berwajib dan juda para mahasiswa dan warga sekitar.

Seperti yang terjadi di daerah hegarmanah, di sebuah kosan yang dihuni mahasiswa telah kehilangan 2 buah handphone dan 1 laptop, belum lagi sebuah motor yang di parker dihalaman rumah pak rt juga raib entah kemana, motor yang berada di dalam pekarangan itu sebenarnya sudah dirantai namun menurut yang punya rumah bahwa rantainya telah putus digunting, sungguh kejadian naas yang tidak dapat ditolerir lagi.

Belum lagi di daerah sayang dan ciseke yang sudah menjadi langganan kehilangan sepeda motor. Serta sepeda motor di rumah-rumah makan dan warung internet pun sudah sering menjadi sasaran tindakan criminal curanmor.

Tidak hanya motor namun saat ini marak terjadi pencurian helm, sebagai bukti helm saya saja sudah hilang dua kali di jatinangor.

Sungguh mengenaskan, jatinangor yang merupakan daerah tempat dimana 4 prguruan tinggi berada menjadi sarang tindakan kriminal.


Ada juga sebuah tempat yang disebut jatos sering terjadi tindakan pencurian helm, padahal helm tersebut sudah di kunci di jok motor dan ada petugas parkir juga, namun hal ini tidak dapat aman dari tindakan pencurian.

Mungkin benar ada pepatah yang mengatakan dimana ada semut disitu ada gula, saya dapat menganalogikan seperti itu karena sebagian penghuni jatinangor adalah mahasiswa yang notabenenya berasal dari luar kota dan mempunyai barang-barang berharga yang dapat mengundang maling untuk datang menghampirinya..

Untuk itu, Peningkatan kewaspadaan dari para mahasiswa dan masyarakat setempat harus segera di tingkatkan dan diintensifkan. Sistem keamanan keliling (Siskamling) harus diterapkan kembali dengan kerjasama antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Tentu pihak-pihak berwenang ataupun kepolisian juga harus turut berpartisipasi dalam proses pengamanan jatinangor. Tentu jatinangor yang nyaman dan aman menjadi impian semua pihak terutama para rekan-rekan mahasiswa yang berdiam di sini.

4 Responses to “Pencurian di Jatinangor Semakin Meresahkan Mahasiswa”

  1. miswinda Says:

    selain tindak pencurian,,di jatinangor jg sering terjadi pelecehan seksual, banyak mahasiswi yang disekap saat jalan sendiri, ada juga yang disekap di angkutan umum..

  2. emang iya??
    ko baru denger gw..

  3. Wah, jadi mikir mikir ne gw pengen kunjung kesitu.. hehe.. ada info laen apa ya yang sekiranya penting?

    Hamid Anwar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: